Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Muhammad Khaidir
SAMARINDA-Aksi demo beberapa kali yang dilakukan ribuan buruh mengatasnamakan Aliansi Buruh Menggugat (ABM) Kaltim, akhirnya membuahkan hasil. Melalui Surat Keputusan (SK) Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim, Tarmizi Abdul Karim, Nomor 561/K.403/2008. Rabu (30/7) dini hari kemarin, akhirnya diputuskan Upah Minimum Provinsi (UMP) naik 9,16 persen dari UMP sebelumnya. Dengan artian, jika UMP sebelumnya Rp 815.000 dinaikkan 9,16 persen atau Rp 74.654, maka berdasarkan SK tersebut, UMP 2008 ditetapkan secara nominal menjadi Rp 889.654. SK berlaku berlaku surut, sejak 1 Juli hingga 31 Desember 2008 mendatang.
Pengambilan keputusan dilakukan melalui rapat intensif dimulai pukul 23.00 Wita, Selasa (29/7) malam. Dihadiri dan dipimpin langsung Pj Gubernur Tarmizi, didampingi Kepala Disnakertrans sekaligus Kepala Dewan Pengupahan Provinsi Kaltim Masri Hadi, Asisten I Setprov Kaltim Sjachrudin, Kepala Biro Pemerintahan Setprov Kaltim Ambransyah Mukrie, Kapoltabes Samarinda Kombespol N Simbolon, perwakilan buruh dan dari pihak Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kaltim. (*)
Sumber : tribunkaltim.com
Selengkapnya Baca Tribun Kaltim edisi cetak
Rabu, Juli 30, 2008
Selasa, Juli 29, 2008
ABM Bontang Dukung Aksi UMP
Selasa, 22 Juli 2008 | 13:10 WIB
5 Serikat Pekerja Bontang akan Ikut Kepung Kantor Gubernur Kalimantan Timur
BONTANG- Lima Serikat Pekerja (SP) di Kota Bontang dipastikan akan ikut ambil bagian dalam aksi demonstrasi menuntut kenaikan UMP (Upah Minimum Provinsi) di Kantor Gubernur, besok, Rabu (23/7). "Kami sudah melakukan koordinasi dan pasti akan bergabung dengan rekan-rekan pekerja se- Kaltim di Samarinda," ujar Koordinator Aliansi Buruh Menggugat (ABM) Kota Bontang, Fadli, saat ditemui, Selasa (22/7). Ia menjelaskan lima SP yang akan ikut berunjukrasa di Samarinda itu adalah SP LNG Badak, Forum Komunikasi Pekerja Pendukung Migas (FKPPM), SP Indostrait, PKBM dan SP Pemuda Pancasila. "Kami tidak mewajibkan teman-teman untuk ambil bagian, tapi mereka sendiri yang secara sadar ingin memperjuangkan hak-hak mereka di Provinsi," ujar Fadli.
Ia memperkirakan paling sedikit 100 pekerja dari lima SP itu akan berangkat ke Bontang mulai Selasa (22/7) sore. Isu yang akan mereka angkat tidak jauh dari keinginan seluruh pekerja di Kalimantan Timur, yakni kenaikan UMP agar bisa mengimbangi pemasukan dengan pengeluaran yang kian tinggi akibat kenaikan BBM. Fadli menuturkan pekerja saat ini menghadapi tren untuk meminjam uang guna memenuhi kebutuhan sandang pangan dan papan. "Istilah kami antara gaji dan utang saling berkejaran," ujarnya. (*)
Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Basir Daud
Sumber : tribunkaltim.com
5 Serikat Pekerja Bontang akan Ikut Kepung Kantor Gubernur Kalimantan Timur
BONTANG- Lima Serikat Pekerja (SP) di Kota Bontang dipastikan akan ikut ambil bagian dalam aksi demonstrasi menuntut kenaikan UMP (Upah Minimum Provinsi) di Kantor Gubernur, besok, Rabu (23/7). "Kami sudah melakukan koordinasi dan pasti akan bergabung dengan rekan-rekan pekerja se- Kaltim di Samarinda," ujar Koordinator Aliansi Buruh Menggugat (ABM) Kota Bontang, Fadli, saat ditemui, Selasa (22/7). Ia menjelaskan lima SP yang akan ikut berunjukrasa di Samarinda itu adalah SP LNG Badak, Forum Komunikasi Pekerja Pendukung Migas (FKPPM), SP Indostrait, PKBM dan SP Pemuda Pancasila. "Kami tidak mewajibkan teman-teman untuk ambil bagian, tapi mereka sendiri yang secara sadar ingin memperjuangkan hak-hak mereka di Provinsi," ujar Fadli.
Ia memperkirakan paling sedikit 100 pekerja dari lima SP itu akan berangkat ke Bontang mulai Selasa (22/7) sore. Isu yang akan mereka angkat tidak jauh dari keinginan seluruh pekerja di Kalimantan Timur, yakni kenaikan UMP agar bisa mengimbangi pemasukan dengan pengeluaran yang kian tinggi akibat kenaikan BBM. Fadli menuturkan pekerja saat ini menghadapi tren untuk meminjam uang guna memenuhi kebutuhan sandang pangan dan papan. "Istilah kami antara gaji dan utang saling berkejaran," ujarnya. (*)
Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Basir Daud
Sumber : tribunkaltim.com
Categories Posted :
Situasi Daerah
Pagar Kantor Gubernur Kaltim Roboh
SAMARINDA, TRIBUN KALTIM - Pagar kantor Gubernur Kaltim roboh. Ribuan buruh yang mendemo di depan Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (24/7) jenuh karena tidak ditemui satu pun pejabat Pemprov Kaltim. Massa yang bosan menunggu pun terlibat aksi dorong-dorongan dengan polisi. Alhasil pagar besi di sebelah kiri kantor orang nomor satu di Kaltim itu pun roboh. Massa pun sempat masuk. Namun akhirnya mereka harus kembali menunggu di luar pagar, karena penjagaan polisi yang cukup ketat. Pagar pun didirikan lagi.
Di sisi kanan, pagar pun hampir roboh. Mereka masih menuntut bertemu dengan pejabat yang berwenang. Sayangnya dari informasi yang diterima Tribun, Pj Gubernur Kaltim Tarmizi Abdul Karim sedang berada di Jakarta. Ia baru kembali bekerja pada Senin (28/7). Akhirnya dari dalam gedung Pemprov, diminta dua perwakilan buruh untuk masuk dan bertemu perwakilan provinsi. Tapi sampai berita ini diturunkan buruh masih berdiskusi siapa saja yang akan masuk. Seperti diberitakan sebelumnya, massa dari berbagai serikat pekerja dan perusahaan di Kaltim melakukan aksi demo mendesak Penjabat Gubernur Kaltim menandatangani Revisi SK Gubernur tentang Upah Minimum Provinsi (UMP) sebesar Rp 1.380.000. (*)
Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Muhammad Khaidir
Di sisi kanan, pagar pun hampir roboh. Mereka masih menuntut bertemu dengan pejabat yang berwenang. Sayangnya dari informasi yang diterima Tribun, Pj Gubernur Kaltim Tarmizi Abdul Karim sedang berada di Jakarta. Ia baru kembali bekerja pada Senin (28/7). Akhirnya dari dalam gedung Pemprov, diminta dua perwakilan buruh untuk masuk dan bertemu perwakilan provinsi. Tapi sampai berita ini diturunkan buruh masih berdiskusi siapa saja yang akan masuk. Seperti diberitakan sebelumnya, massa dari berbagai serikat pekerja dan perusahaan di Kaltim melakukan aksi demo mendesak Penjabat Gubernur Kaltim menandatangani Revisi SK Gubernur tentang Upah Minimum Provinsi (UMP) sebesar Rp 1.380.000. (*)
Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Muhammad Khaidir
Categories Posted :
Situasi Daerah
Langganan:
Postingan (Atom)
